Munas dan Rakornas Formatani 3 Menuju Optimalisasi Lahan rawa di Unsri



HIMAGROTEK UNIB - Jika dahulu lahan rawa diabaikan, saat ini lahan rawa menjadi primadona yang banyak dilirik, setelah tak banyak lagi lahan yang menjanjikan untuk usaha pertanian khususnya padi, inilah salah satu anugrah yang harus disyukuri yang berakar dari lahan rawa”. Demikian diungkapkan wakil Menteri Pertanian Dr. Rusman Heriawan pada acara Padu Padan Kegiatan Penelitian-Penyuluhan Pertanian Lahan Rawa, Minggu 29 Januari 2012, di Banjarbaru Kalimantan Selatan.

Dari luas lahan rawa yang mencapai 33,4 juta ha terdapat beberapa keunggulan yang dapat menjadi peluang besar dalam pemanfaatannya. Di lahan rawa tersedia sumber air yang cukup, adanya kemudahan akses (karena dapat dilewati dengan transport darat dan sungai), tahan deraan iklim, rentang panen yang panjang sehingga dapat mengisi produksi saat deficit, dan kaya kearifan lokal.

Dalam pengelolaan lahan pasang surut untuk lahan pertanian, telah tersedia banyak dukungan teknologi, seperti : peta arahan dan kalender tanam lahan rawa skala 1:50.000, varietas padi unggul rawa, teknologi pengelolaan air, teknologi pengelolaan lahan dan hara, teknologi reklamasi dan remediasi. Pemanfaatan teknologi tersebut telah mampu meningkatkan produktivitas lahan dan tanaman di lahan rawa.

Mengingat di lahan rawa, khususnya rawa Kalimantan masih banyak diusahakan untuk padi lokal, maka pemanfaatan inovasi teknologi di lahan rawa dapat meningkatkan produksi padi lokal dari 2,0-2,5 t GKG/ha menjadi 3,5-4,0 t/ha atau naik 1,50 t/ha. Demikian juga dengan padi unggul, dari produksi 3,5-4,0 t GKG/ha dapat meningkat hingga 5,0-5,5 t/ha atau naik 1,50 t/ha. Dalam hal ini Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Haryono dalam kesempatan tersebut jelas mengungkapkan bahwa potensi lahan rawa yang telah dibuka dan direklamasi, sesuai hasil analisis, dapat dioptimalkan pengelolaannya secara terpadu sehingga dapat meningkatkan produksi padi secara signifikan.

Beberapa strategi, pendukung dan kebijakan yang seharusnya dikembangkan antara lain : adanya optimalisasi dan pengembangan infrastruktur pendukung : jaringan tata air, jalan usaha tani, prasarana produksi pertanian, adanya audit lahan untuk arahan pengembangan per kabupaten/kecamatan sebagai dasar dalam perencanaan pemanfaatan, pengembangan Kalender Tanam lahan rawa, Percepatan pengembangan benih padi unggul lahan rawa, dan rekayasa sosial kelembagaan pertanian.

Dalam implementasinya, kembali Bapak Wakil Menteri Pertanian mengingatkan agar para peneliti dapat menggiatkan pemanfaatan lahan rawa dengan "Meninggalkan baju peneliti, baju penyuluh, baju pengamat OPT, dll, semua harus bersatu padu dengan tujuan akhirnya untuk mensejahterakan petani khususnya di lahan rawa ini,"

Masalah ini akan dibahas lebih lanjut dan mendalam di Forum Mahasiswa Agroteknologi/AgroekoteknologiIndonesia - FORMATANI dalam Munas dan Rakornas III di Univesitas Sriwijaya UNSRI Palembang Sumatera Selatan dengan tema " Optimalisasi Lahan rawa"
pada Tanggal 2-7 Maret 2015

Sumber : kalteng.litbang.pertanian.go.id
Share on Google Plus
    Google Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar